setiap tanggal 16 maret pasti ada moment yang suka tiba2 ingat masa2 suram. seperti potongan film atau mimpi buruk yang ga mau di inget. tapi pasti keinget. potongan2 itu bercampur aduk dengan potongan2 ingatan lainnya yang benar2 ga mau diinget.
-16032005-
ingatan itu dimulai dari malam hari yang aku ingat aku mulai tidur di tempat tidur di rumah sodara. aku ingat saat itu jam10 malam. aku sedang memikirkan besok akan masuk sekolah lagi setelah beberapa hari tidak masuk sekolah dan besok ada ulangan akutansi.
-setiap moment yang ingat, moment lainnya dtg begitu saja, dan buat muak. saat itu masih sma. saat sma bukan kenangan indah. banyak kenangan buruknya-
sedang terlelap tidur. tengah malam menuju subuh. aku dibangunkan oleh bibi (tante). dengan muka tegang dia berusaha tenang untuk membangunkan aku dan bilang “bangun..ayo ke rumah sakit”. saat itu hati terasa sakit “deg” seperti tertimpa sesuatu. “kenapa?” tanyaku. “bapak gawat”. sebenernya aku lupa2 ingat apa yang dibicarakan ama bibiku. yang aku tangkap hanya itu..”bapak gawat”
kata2 “bapak gawat” membuat pikiran semakin semerawut. dan blank. hanya bengong. ingin sekali melupakan pikiran2 buruk.
aku lupa apa yang terjadi saat perjalanan ke rumah sakit. yang ingat hanya masuk rumah sakit yang sudah gelap jalan ke lorong menuju lift. dan saat membuka lift ada adik bapak dan istrinya. dia hanya tersenyum kepadaku. dia memelukku dari belakang. saat itu aku tau ada yang salah.
aku tanya kenapa? dia tidak jawab. hanya bilang yang sabar ya. aku semakin ga ngerti.
aku hanya ingat setelah itu aku jalan ke lorong icu. aku liat semuanya bermuka sedih. aku liat mang ku sedang duduk menenangkan teteh yang sedang menangis. aku tanya dia ga jawab. aku tanya sekali dia membentak. liat aja sendiri. sakit. sakit hati. aku berpikiran aku kan adiknya juga. akukan anak kandung bapak juga. kenapa aku ga dikasih tau.
aku buka pintu icu sambil sedikit tergesa2. aku liat mamah dan teteh kedua ku menangis. aku ga ngerti.
aku baru ngerti setelah melihat suster2 mencabut selang2 dan kabel apalah itu. aku tanya kenapa? mau ngapain? aku hanya bisa teriak meraung2 di ruang icu. aku tanya kenapa bapak pergi? kenapa harus skg? kenapa bapak harus meninggal?
-sebenernya aku sudah tau bapak tidak akan berumur panjang. aku sudah diberi tahu. biar kuat saat itu tiba. tapi kenyataannya. aku tidak bisa. berat ternyata sudah ada diposisi itu-
saat itu entah siapa yang bilang. aku harus meminta maaf ke bapak dan harus memaafkan segala kesalahan bapak. aku ga ingat bilang apa saat itu. yang aku sesalkan aku ga ada disana saat bapak pergi, saat nafas terakhirnya, dan tidak ada di sampingnya. aku ga bisa pegang tangan dalam keadaan hidup terakhirnya. aku tidak ada.
aku tidak ingat lagi bagaimana saat itu. yang aku ingat hanya sudah sampai di rumah. bapak di tempatkan di ruang tengah. dengan berbajukan kain putih. menjelang subuh. aku di dekat bapak hanya menatapnya.
-sungguh. setiap mengenangnya saat itu rasanya tidak kuat. ingin menangis terus-
menatap wajahnya yang tenang. aku tidur disampingnya. menangis hingga tertidur. ketika bangun. bapak sudah tidak ada. aku panik. aku cari. bapak sedang dimandikan.
aku tidak ingat lagi.
potongan ingatan yang datang adalah saat bapak diperlihatkan terakhir kalinya di rumah dikelilingi orang yang mengenalnya, mencintainya dan menyayanginya. yang aku ingat aku hanya menangis dan teriak sekencang kencangnya. “kenapa harus bapak?” itu yang aku ingat apa yang aku teriakan. semua orang melihat dan menenangkan aku. pikiran aku saat itu hanya. “aku butuh bapak. aku sayang bapak”
…
ingat itu semua rasanya sakit. ingat itu semua rasanya sedih. ingin teriak. kalau tiba2 ingat lagi. ingatan lainnya muncul. ingatan buruk lainnya. sebenernya tidak buruk saat bapak meninggal. hanya saja aku tidak ada disana saat bapak pergi. sebenernya salah kalau menangis terus. ingatan itu tidak datang secara terpaksa. tapi tidak sengaja. selalu begitu berulang2.
mudah2an bapak tenang disana dan segala dosa nya dihapuskan. amin
-16032012-

And you have to promise to give me all your puppy treats next time mommy gives them to us! Aw, not really just be my best friend!


